Sebanyak 30 tenaga pengajar dan sekitar 1.000 santri Pondok Pesantren Ibnu Sina, Ciamis, mengikuti pelatihan pengelolaan sampah yang digelar gratis pada Jumat, 1 Mei 2026.
Ciamis, BA — Batara Agro menggelar pelatihan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Ciamis, pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 tenaga pengajar yang terdiri dari ustadz dan ustadzah, serta sekitar 1.000 siswa dan santri.
Pelatihan dilaksanakan tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai guna.
Instruktur pelatihan, Marhaban dari Batara Agro Tasikmalaya, memberikan materi seputar pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Peserta diperkenalkan pada klasifikasi sampah organik dan anorganik, serta langkah-langkah sederhana agar sampah tidak tercampur dan lebih mudah dikelola.
Selain teori, peserta juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai pengolahan sampah organik. Sampah sisa makanan, dedaunan, dan limbah organik lainnya dapat diolah menjadi kompos, media tanam, hingga bahan pendukung pertanian sederhana.
Sampah Tidak Lagi Menjadi Beban
Pelatihan ini menekankan perubahan cara pandang terhadap sampah. Bukan lagi sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang dapat dimanfaatkan.
Melalui pengelolaan yang tepat, volume sampah dapat direduksi secara signifikan. Di sisi lain, hasil pengolahan sampah organik dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan lingkungan pesantren.
“Dengan kegiatan pengelolaan ini, sampah bukan hanya direduksi, tetapi justru bisa memberikan manfaat nyata seperti kompos, media tanam, dan kebutuhan budidaya lainnya,” ujar Yana Suryana, SEI.
Menurut Yana, pendekatan ini penting diterapkan di lembaga pendidikan karena tidak hanya menyelesaikan persoalan kebersihan, tetapi juga membentuk budaya hidup berkelanjutan di kalangan peserta didik.
Menuju Pesantren Mandiri Pangan
Sebagai tindak lanjut, Batara Agro bersama pihak pesantren berencana membangun demplot penanaman sayur-sayuran. Hasil dari pengolahan sampah organik nantinya akan digunakan sebagai pupuk dan media tanam untuk mendukung kebun produktif di area pesantren.
Program ini diharapkan mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi pesantren secara mandiri. Selain itu, para santri juga dapat belajar langsung praktik pertanian sederhana berbasis ekonomi sirkular.
“Setelah pelatihan ini, kami akan melakukan pendampingan selama satu bulan. Setelah tahap awal selesai, program akan dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan berupa pembuatan eco-enzyme,” tambah Yana.
Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki beragam manfaat, mulai dari pupuk cair, pembersih alami, hingga pengurang bau.
Terbuka untuk Sekolah dan Komunitas
Batara Agro membuka kesempatan bagi sekolah, pesantren, maupun komunitas lain yang ingin mengadakan pelatihan serupa.
Yana menegaskan bahwa edukasi pengelolaan sampah perlu diperluas agar semakin banyak institusi mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang produktif.
“Jika ada sekolah atau komunitas yang berminat mengikuti pelatihan pengelolaan sampah, dapat menghubungi Batara Agro di nomor 085320144748,” pungkasnya. (dr)

